Pendidikan Kabupaten Tuban: Potret dan Insight untuk Warga

💡 Poin Utama & Executive Summary
Potret pendidikan Kabupaten Tuban terkini: 6 infografis data, 7 berita 2025, IPM 72,31, APS SMA 70,05%, dan insight untuk warga Bumi Wali.

Daftar Isi

Pendidikan Kabupaten Tuban: Potret dan Insight untuk Warga Diperbarui 23 Juli 2026

Ringkasan Data Pendidikan Kabupaten Tuban

Pendidikan Kabupaten Tuban dalam angka: (1) IPM 2024 sebesar 72,31, masuk kategori "tinggi," menurut BPS Kabupaten Tuban (2024). (2) Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 7,53 tahun dan Harapan Lama Sekolah (HLS) 12,54 tahun, menurut BPS Kabupaten Tuban (2024). (3) Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7-12 tahun mencapai 99,65%, namun APS usia 16-18 tahun (jenjang SMA) baru 70,05%, menurut BPS Susenas (2024). (4) 808 satuan pendidikan SD/MI, 208 SMP/MTs, dan 131 SMA/MA/SMK tersebar di 20 kecamatan, menurut BPS Statistik Daerah Kabupaten Tuban (2024). (5) 4.489 siswa terdaftar di program kesetaraan Paket A, B, dan C pada tahun ajaran 2024/2025, menurut Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban (2024).

APS Tuban: 99,65% Anak SD Sekolah — Namun 3 dari 10 Remaja Usia SMA Belum Terjangkau Pendidikan

Kabupaten Tuban mencatat hampir seluruh anak usia SD sudah bersekolah, namun kesenjangan akses semakin terlihat di jenjang atas. Angka Partisipasi Sekolah usia 16-18 tahun baru mencapai 70,05% pada 2024, artinya sekitar 30% remaja usia SMA di Bumi Wali belum terdeteksi aktif mengikuti pendidikan. Keluarga dapat memverifikasi data anak tidak sekolah melalui aplikasi Verval ATS yang dikelola Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban.

Infografis Data Pendidikan Kabupaten Tuban

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tuban, 2021-2024

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tuban, 2021-2024 Grafik garis dengan area fill menampilkan tren IPM Kabupaten Tuban dari 70,10 (2021) menjadi 72,31 (2024), dibandingkan IPM Provinsi Jawa Timur. IPM Kabupaten Tuban vs Jawa Timur, 2021-2024 68 69 71 73 75 77 79 Nilai IPM 2021 2022 2023 2024 Tahun 72,31 75,35 Kab. Tuban Jawa Timur
Sumber: BPS Kabupaten Tuban & BPS Jawa Timur, 2024. IPM Tuban meningkat 2,21 poin selama 2021-2024, namun masih di bawah rata-rata Jawa Timur (75,35).

Menurut BPS Kabupaten Tuban (2024), IPM Kabupaten Tuban meningkat secara konsisten dari 70,10 pada 2021 menjadi 72,31 pada 2024, rata-rata tumbuh 0,96 persen per tahun selama periode tersebut. Capaian ini menempatkan Tuban pada kategori "tinggi" untuk pertama kalinya. Kendati demikian, nilai IPM Tuban sebesar 72,31 masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai 75,35 pada tahun yang sama, menunjukkan adanya kesenjangan pembangunan manusia antara Kabupaten Tuban dan rata-rata provinsi yang perlu dicermati warga.

Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Tuban, 2021-2024

Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Tuban, 2021-2024 Grafik garis menampilkan tren RLS Kabupaten Tuban dari 7,18 tahun pada 2021 menjadi 7,53 tahun pada 2024, dibandingkan RLS Jawa Timur. Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Tuban, 2021-2024 6,5 7,0 7,5 8,0 8,5 9,0 9,5 Tahun (RLS) 2021 2022 2023 2024 Tahun 7,53 th 8,28 th Nas. 9,07 Kab. Tuban Jawa Timur Nasional
Sumber: BPS Kabupaten Tuban & BPS Jawa Timur, 2024. RLS Tuban 7,53 tahun berarti rata-rata penduduk usia 25+ belum menamatkan SMP.

Menurut BPS Kabupaten Tuban (2024), Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Tuban meningkat dari 7,18 tahun pada 2021 menjadi 7,53 tahun pada 2024, dengan akselerasi pertumbuhan 2,10 persen pada tahun terakhir — lebih cepat dari tahun sebelumnya (0,92 persen). Namun, angka ini masih jauh di bawah RLS Jawa Timur (8,28 tahun) dan rata-rata nasional (9,07 tahun), mencerminkan bahwa mayoritas penduduk dewasa Tuban rata-rata baru menyelesaikan pendidikan setara kelas VII SMP. Faktor demografi — banyaknya lansia yang dulu hanya mengenyam pendidikan dasar — menjadi penahan utama laju kenaikan RLS.

Angka Partisipasi Sekolah (APS) Kabupaten Tuban per Kelompok Usia, 2020-2024

Angka Partisipasi Sekolah (APS) Kabupaten Tuban per Kelompok Usia, 2020 & 2024 Grafik batang horizontal membandingkan APS tiga kelompok usia antara tahun 2020 dan 2024. Kelompok 7-12 tahun stabil tinggi, sedangkan 16-18 tahun meningkat dari 65,92 persen menjadi 70,05 persen. APS Kabupaten Tuban per Kelompok Usia, 2020 & 2024 60% 70% 80% 90% 100% Angka Partisipasi Sekolah (%) Usia 7-12 th Usia 13-15 th Usia 16-18 th 99,65% 99,42% (2020) 96,98% 93,58% (2020) 70,05% 65,92% (2020) 2024 2020 Catatan: skala X dimulai dari 60%
Sumber: BPS Susenas, 2024. APS usia 16-18 tahun naik dari 65,92% (2020) ke 70,05% (2024), namun masih 29,95% belum terjangkau.

Menurut BPS Susenas (2024), APS kelompok usia 7-12 tahun (SD) Kabupaten Tuban hampir sempurna di angka 99,65%, menunjukkan keberhasilan wajib belajar dasar. Namun kesenjangan partisipasi semakin melebar seiring jenjang meningkat: APS usia 13-15 tahun (SMP) sebesar 96,98%, sementara APS usia 16-18 tahun (SMA) hanya 70,05% pada 2024. Selisih lebih dari 26 poin persentase antara jenjang SMP dan SMA ini mengindikasikan bahwa transisi ke pendidikan menengah atas masih menjadi tantangan signifikan bagi keluarga di Kabupaten Tuban.

APM dan APK Kabupaten Tuban per Jenjang Pendidikan, 2024

APM dan APK Kabupaten Tuban per Jenjang Pendidikan, 2024 Grafik batang horizontal membandingkan Angka Partisipasi Murni dan Angka Partisipasi Kasar untuk tiga jenjang pendidikan di Kabupaten Tuban tahun 2024. APM & APK Kabupaten Tuban, 2024 (BPS Susenas) 0% 10% 30% 50% 70% 90% Persentase (%) SD/MI SMP/MTs SMA/MA APM 99,65% APK 103,37% APM 82,11% APK 90,51% APM 58,68% APK 81,19% APM APK
Sumber: BPS Susenas Kabupaten Tuban, 2024. APM SMA/MA 58,68% menunjukkan hanya sekitar 6 dari 10 anak usia SMA bersekolah di jenjang yang sesuai.

Menurut BPS Susenas (2024), APK SD di Kabupaten Tuban melampaui 100% (103,37%), mencerminkan adanya peserta didik di luar kelompok usia normal. APM SMP sebesar 82,11% dan APM SMA hanya 58,68% mengindikasikan bahwa, meski APK SMA mencapai 81,19%, terdapat proporsi signifikan siswa yang bersekolah di jenjang SMA pada usia di luar rentang 16-18 tahun. Pola ini konsisten dengan realitas APS yang rendah di jenjang SMA, sekaligus memperkuat relevansi program kesetaraan Paket C sebagai jalur alternatif bagi warga yang tidak menempuh SMA tepat waktu.

Jumlah Satuan Pendidikan, Murid, dan Rasio Guru-Murid Kabupaten Tuban, 2023/2024

Kelembagaan Pendidikan Kabupaten Tuban — Tahun Pelajaran 2023/2024
Jenjang Sekolah Murid Guru Rasio
TK 769 33.978 2.979 11,41
SD/MI 808 99.916 7.944 12,58
SMP/MTs 208 47.439 3.438 13,80
SMA/MA/SMK 131 39.609 2.955 13,40
Rasio = jumlah murid dibagi jumlah guru per jenjang.
Sumber: BPS Statistik Daerah Kabupaten Tuban, 2024. Total lebih dari 220.000 peserta didik aktif di semua jenjang formal Kabupaten Tuban.

Menurut BPS Statistik Daerah Kabupaten Tuban (2024), total satuan pendidikan formal mencakup 1.916 unit dari TK hingga SMA/SMK dengan lebih dari 220.000 peserta didik aktif pada tahun pelajaran 2023/2024. Rasio guru-murid di semua jenjang berada pada kisaran 11-14, angka yang relatif terjaga dibandingkan standar nasional. Jenjang SD/MI menjadi yang terbesar dengan 808 sekolah dan 99.916 murid, sementara jenjang SMA/MA/SMK memiliki 131 satuan dengan 39.609 murid — angka yang lebih rendah dibanding murid SMP karena tidak semua lulusan SMP melanjutkan ke jenjang atas.

Pendidikan Non-Formal dan Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten Tuban

Pendidikan Kesetaraan & ATS Kabupaten Tuban — Data Terkini
Indikator Nilai Tahun/Sumber
Anak Tidak Sekolah (ATS) teridentifikasi 2.953 anak 2023 / Dinas Pendidikan Tuban
ATS yang kembali aktif belajar (nonformal/pesantren) 2.444 siswa 2023 / Dinas Pendidikan Tuban
Siswa terdaftar program kesetaraan Paket A/B/C (2024/2025) 4.489 siswa 2024 / Dinas Pendidikan Tuban
Lulusan program kesetaraan (2023/2024) 1.599 siswa 2024 / Dinas Pendidikan Tuban
Jumlah pondok pesantren (estimasi) 101+ unit 2023 / PDPP Kemenag
Data jumlah pesantren dari pangkalan data pondok pesantren Kemenag RI; angka dapat berbeda dengan data terkini.
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, 2024; PDPP Kemenag, 2023. Tuban memiliki lebih dari 101 pesantren, menjadikannya "Kota Santri" dengan ekosistem pendidikan non-formal yang kuat.

Menurut data Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban (2024), dari 2.953 anak yang teridentifikasi tidak bersekolah pada 2023, sebanyak 2.444 (82,8%) berhasil dikembalikan ke jalur belajar melalui lembaga nonformal atau pesantren. Keberadaan lebih dari 101 pondok pesantren di Kabupaten Tuban — yang menjadikannya dikenal sebagai "Kota Santri" — berperan strategis sebagai jaring pengaman partisipasi pendidikan di luar jalur formal Kemendikdasmen. Pada 2024/2025, program kesetaraan menampung 4.489 peserta didik dengan 2.589 di antaranya mengikuti Paket C (setara SMA).

Kabupaten Tuban memiliki 12 perguruan tinggi (1 negeri, 11 swasta), dengan Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) sebagai yang terbesar. Menurut PDDikti dan LLDIKTI7 (2024), UNIROW terakreditasi B oleh BAN-PT (SK No. 203/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/III/2024) dengan 16 program studi mencakup bidang kependidikan, teknik, perikanan, kelautan, dan ilmu sosial-politik. Warga yang ingin mempertimbangkan pilihan PT dapat menelusuri data prodi dan akreditasi di pddikti.kemdiktisaintek.go.id.

Berita Pendidikan Terkini Kabupaten Tuban

Pemkab Tuban Dinobatkan sebagai Kabupaten Terbaik dalam Pemanfaatan Data Pendidikan 2025

Bupati Tuban menerima penghargaan dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas komitmen Tuban dalam pengelolaan Satu Data Pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan sinkronisasi Dapodik dengan basis data nasional.

Baca selengkapnya — tubankab.go.id, 15 Desember 2025

17 Sekolah di Tuban Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Mandiri 2025

Sebanyak 9 sekolah Tuban meraih Adiwiyata Mandiri dan 8 sekolah meraih Adiwiyata Nasional, diserahkan Menteri Lingkungan Hidup di TMII Jakarta; capaian meningkat 112,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca selengkapnya — tubankab.go.id, 14 Desember 2025

Dinas Pendidikan Tuban Raih Juara Terbaik II Jawa Timur atas Partisipasi TKA PKBM Paket C

Tuban meraih peringkat II provinsi dalam partisipasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Paket C; penghargaan diserahkan Gubernur Jawa Timur pada Festika Jawa Timur 2025 di Kota Malang.

Baca selengkapnya — tubankab.go.id, 16 Desember 2025

Angka Partisipasi Sekolah Hanya 70,05 Persen, 30 Persen Lulus SMP "Tidak Terdeteksi"

BPS Tuban memaparkan APS usia 16-18 tahun baru 70,05 persen pada 2024; sekitar 30 persen remaja pascalulus SMP tidak terdeteksi melanjutkan ke SMA di Kabupaten Tuban.

Baca selengkapnya — Radar Tuban, 13 Desember 2024

Pemaparan Baseline Pendidikan INOVASI 2025: Pemkab Tuban Siapkan Langkah Perbaikan

Forum diskusi hasil studi awal kemampuan dasar siswa SD dan MI sampel sebagai bagian dari implementasi Program INOVASI Fase 3 digelar di Tuban, mencakup capaian literasi, numerasi, dan inklusivitas.

Baca selengkapnya — tubankab.go.id, 24 Februari 2025

Survei BPS: Rata-Rata Orang Tuban Bertambah Sehat dan Pintar, IPM Naik 72,31 Persen

Kepala BPS Tuban merilis IPM 2024 sebesar 72,31, menempatkan Tuban pada level "tinggi" untuk pertama kalinya; RLS naik ke 7,53 tahun dan HLS mencapai 12,54 tahun.

Baca selengkapnya — Radar Tuban, 14 Desember 2024

TPN XIII Tuban Perkuat Sinergi Pendidikan, Baznas Serahkan Beasiswa bagi Siswa SD/MI dan SMP/MTs

Temu Pendidik Nusantara XIII di Tuban melibatkan ratusan guru, kepala sekolah, dan pengawas; Baznas Tuban menyerahkan beasiswa pendidikan sebagai bentuk dukungan pemerataan akses belajar.

Baca selengkapnya — SuaraData.com, Juli 2026

Pembahasan: Apa Kata Data dan Berita untuk Warga Kabupaten Tuban

Pola Data Infografis: IPM Naik, namun Akses SMA dan RLS Masih Tertahan

Menurut BPS Kabupaten Tuban (2024), IPM Tuban meningkat dari 70,10 menjadi 72,31 selama 2021-2024, memasuki kategori "tinggi." Namun, di balik tren positif ini, data pendidikan mengungkap ketimpangan yang patut dicermati. Dalam kerangka pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang akses pendidikan universal, angka APS 99,65% pada jenjang SD menunjukkan keberhasilan wajib belajar dasar. Sebaliknya, APS usia 16-18 tahun yang hanya 70,05% mencerminkan bahwa akses ke pendidikan menengah atas belum merata — sejalan dengan analisis H.A.R. Tilaar mengenai disparitas kualitas dan jangkauan pendidikan antardaerah di Indonesia. RLS 7,53 tahun, yang berarti rata-rata penduduk dewasa Tuban belum menamatkan SMP secara penuh, berkorelasi dengan temuan bahwa banyak warga lanjut usia hanya menyelesaikan pendidikan dasar. Data program kesetaraan menunjukkan respons konkret: 4.489 siswa terdaftar di Paket A/B/C pada 2024/2025, dan lebih dari 82% anak tidak sekolah berhasil dikembalikan ke jalur belajar. Ekosistem 101+ pesantren di Tuban memperkuat ekosistem pendidikan non-formal yang menopang angka partisipasi di luar jalur formal, sebagaimana dianalisis Mubyarto dalam konteks human capital kerakyatan yang relevan untuk wilayah dengan basis ekonomi agraris dan kelautan seperti Tuban.

Sintesis Berita: Tiga Prestasi Nasional dan Tantangan Partisipasi SMA

Berita-berita terkini dari Kabupaten Tuban pada 2024-2025 menampilkan dua tema dominan yang saling melengkapi. Pertama, prestasi kelembagaan: dalam rentang satu minggu (11-16 Desember 2025), Tuban meraih tiga penghargaan nasional sekaligus — Kabupaten Terbaik Pemanfaatan Data Pendidikan dari Kemendikdasmen, 17 Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri, serta Juara II TKA PKBM Paket C Jawa Timur. Dalam kerangka Wardiman Djojonegoro tentang "link and match" pendidikan dengan kebutuhan nyata masyarakat, penghargaan data pendidikan mencerminkan kesiapan Tuban membangun kebijakan berbasis bukti melalui sinkronisasi Dapodik dan Verval ATS. Kedua, tantangan partisipasi: data BPS menunjukkan APS usia SMA masih 70,05%, sementara Program INOVASI Fase 3 yang baru dipaparkan pada Februari 2025 menyoroti perlunya penguatan literasi dan numerasi dasar di SD dan MI. Dalam kerangka kebijakan Merdeka Belajar dan program BOS/PIP yang menjadi tulang punggung intervensi fiskal nasional, Fasli Jalal menekankan bahwa peningkatan kualifikasi guru dan kesiapan infrastruktur data merupakan prasyarat percepatan mutu pendidikan daerah. Warga dapat memantau perkembangan program PIP dan data sekolah anak melalui pip.kemdikbud.go.id.

Pertanyaan Warga tentang Pendidikan di Kabupaten Tuban

Bagaimana cara mengecek akreditasi sekolah di Kabupaten Tuban?

Akreditasi sekolah di Kabupaten Tuban dapat dicek secara daring melalui laman resmi BAN-PDM di ban-pdm.id. Ketikkan nama sekolah atau NPSN pada kolom pencarian untuk melihat status akreditasi terkini, termasuk peringkat A, B, atau C, beserta masa berlakunya.

Bagaimana cara mendaftarkan anak ke program kesetaraan Paket B atau Paket C di Tuban?

Pendaftaran program kesetaraan Paket B dan Paket C di Kabupaten Tuban dilakukan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terdekat atau melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban di Jl. Dr. Wahidin SH No.875 Sidorejo, Tuban. Pada tahun ajaran 2024/2025, tercatat 4.489 siswa aktif terdaftar di program kesetaraan.

Berapa jumlah sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Tuban?

Menurut data Kemendikdasmen dan BPS Kabupaten Tuban, terdapat sekitar 808 satuan pendidikan SD/MI, 208 satuan SMP/MTs, dan 131 satuan SMA/MA/SMK di Kabupaten Tuban. Total satuan pendidikan dasar (dikdas) formal mencapai lebih dari 1.000 unit yang tersebar di 20 kecamatan.

Apa saja perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Tuban?

Kabupaten Tuban memiliki 12 perguruan tinggi, terdiri dari 1 negeri dan 11 swasta. Perguruan tinggi utama adalah Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban, yang terakreditasi B oleh BAN-PT (2024) dengan 16 program studi lintas bidang kependidikan, teknik, perikanan, dan ilmu sosial.

Bagaimana cara memanfaatkan program PIP dan KIP untuk siswa dari keluarga kurang mampu di Tuban?

Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dapat diakses melalui sekolah tempat siswa terdaftar. Pihak sekolah akan memverifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan mengusulkan calon penerima. Informasi lebih lanjut tersedia di pip.kemdikbud.go.id atau langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban.

Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai informasi awal dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) berdasarkan data dan referensi yang tersedia hingga tanggal publikasi. Konten ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan saran profesional, konsultasi langsung, atau kebijakan resmi yang berlaku. Selalu verifikasi ke instansi terkait, asosiasi industri, atau sumber primer yang relevan.