Pendidikan Kota Subulussalam: Potret dan Insight untuk Warga

💡 Poin Utama & Executive Summary
Potret pendidikan Kota Subulussalam 2024–2026: 6 infografis data, 7 berita terkini, RLS 8,43 tahun, akreditasi SD, perguruan tinggi, dan SNT Rintisan 2026.

Daftar Isi

Pendidikan Kota Subulussalam: Potret dan Insight untuk Warga Diperbarui 16 Juli 2026

Ringkasan Data Pendidikan Kota Subulussalam

Menurut BPS Aceh (2024), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kota Subulussalam adalah 8,43 tahun — terendah di Provinsi Aceh. Menurut Ditjen Dukcapil (2024), 35,44% penduduk belum atau tidak pernah sekolah, sementara hanya 5,44% yang menamatkan pendidikan tinggi. Menurut Kemendikdasmen, Kota Subulussalam memiliki 89 SD aktif yang tersebar di 5 kecamatan, dengan dominasi sekolah negeri (82 unit). Menurut daftarsekolah.net, 52,33% SD telah terakreditasi B. Kota ini memiliki 2 perguruan tinggi swasta — STIT HAFAS dan STAIS Al-Aziziyah — serta layanan Sentra Universitas Terbuka. Pada 2026, Kota Subulussalam ditetapkan sebagai satu-satunya penyelenggara Sekolah Nasional Terpadu (SNT) Rintisan di Pulau Sumatera.

35% Warga Belum Sekolah — dan RLS Subulussalam Terendah di Aceh

Menurut data Dukcapil (2024), 35,44% penduduk Kota Subulussalam belum atau tidak pernah menempuh pendidikan formal, sementara BPS Aceh (2024) mencatat rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas hanya 8,43 tahun. Subulussalam merupakan kota yang baru dibentuk pada 2007, dengan ekosistem pendidikan yang masih berkembang. Status akreditasi sekolah dapat dicek secara mandiri di ban-pdm.kemdikbud.go.id sebelum memilih tempat belajar anak.

Infografis Data Pendidikan Kota Subulussalam

Tingkat Pendidikan Penduduk Kota Subulussalam, 2024

Tingkat Pendidikan Penduduk Kota Subulussalam, 2024 Grafik batang horizontal menampilkan distribusi tingkat pendidikan penduduk Kota Subulussalam berdasarkan data Dukcapil Desember 2024, dari tidak sekolah hingga lulusan perguruan tinggi. Tingkat Pendidikan Penduduk — Kota Subulussalam, 2024 Jenjang Pendidikan 0% 10% 20% 30% 40% Persentase Penduduk Tdk/Blm Sekolah 35,44% Tamat SD 16,68% Tamat SMP 10,21% Tamat SMA 16,82% Lulus PT 5,44% Nas. PT ~8%
Sumber: Ditjen Dukcapil Kemendagri, Desember 2024. Dari 107.190 penduduk, 35,44% belum/tidak pernah sekolah.

Menurut Ditjen Dukcapil (2024), sebanyak 35,44% penduduk Kota Subulussalam belum atau tidak pernah mengenyam pendidikan formal — proporsi yang menonjol dibandingkan rata-rata nasional. Hanya 5,44% yang menamatkan jenjang perguruan tinggi (D1—S3), di bawah estimasi nasional sekitar 8%. Sementara itu, tamat SMA mencapai 16,82% dan tamat SD 16,68%, menggambarkan bahwa mayoritas penduduk berhenti sebelum menyelesaikan pendidikan dasar sembilan tahun.

Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kota Subulussalam Dibanding Aceh, 2024

Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kota Subulussalam vs Kabupaten/Kota di Aceh, 2024 Grafik batang horizontal membandingkan RLS Kota Subulussalam (8,43 tahun) dengan beberapa daerah di Aceh dan rata-rata nasional, berdasarkan data BPS Aceh 2024. Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Pilihan Kab/Kota Aceh, 2024 Kota / Kabupaten 7 8 9 10 11 12 13 14 Tahun (RLS) Kota Subulussalam 8,43 th Kab. Simeulue ~8,3 th Rata-rata Aceh ~9,8 th Kota Banda Aceh 13,10 th Nas. ~9,0
Sumber: BPS Aceh, 2024. Kota Subulussalam mencatat RLS 8,43 tahun — terendah di Aceh, di bawah rata-rata nasional.

Menurut BPS Aceh (2024), RLS Kota Subulussalam sebesar 8,43 tahun merupakan yang terendah di Provinsi Aceh, jauh di bawah Kota Banda Aceh (13,10 tahun) dan rata-rata nasional sekitar 9,0 tahun. Posisi ini mencerminkan bahwa secara rata-rata, penduduk dewasa di Kota Subulussalam berhenti sekolah sebelum menyelesaikan pendidikan SMP. Gap sebesar 4,67 tahun antara Subulussalam dan Banda Aceh menunjukkan disparitas pendidikan yang signifikan antar wilayah dalam satu provinsi.

Sebaran SD per Kecamatan Kota Subulussalam, 2024

Jumlah SD per Kecamatan — Kota Subulussalam, 2024 Grafik batang vertikal menampilkan distribusi 89 sekolah dasar di 5 kecamatan Kota Subulussalam berdasarkan data referensi Kemendikdasmen 2024. Jumlah SD per Kecamatan — Kota Subulussalam, 2024 0 5 10 15 20 25 Jumlah SD 23 Simpang Kiri 13 Penanggalan 24 Rundeng 19 Sultan Daulat 10 Longkib Kecamatan
Sumber: Kemendikdasmen (Referensi Data), 2024. Total 89 SD aktif: Rundeng (24) dan Simpang Kiri (23) menjadi kecamatan dengan SD terbanyak.

Menurut data Kemendikdasmen, Kota Subulussalam memiliki 89 SD aktif yang tersebar di 5 kecamatan. Kecamatan Rundeng dan Simpang Kiri masing-masing menampung 24 dan 23 sekolah, menjadikannya pusat konsentrasi pendidikan dasar di kota ini. Kecamatan Longkib hanya memiliki 10 SD, menggambarkan kebutuhan layanan yang lebih terbatas di wilayah terluar. Dari keseluruhan SD, 82 berstatus negeri (92,1%) dan 4 berstatus swasta, menunjukkan dominasi penyelenggaraan pendidikan oleh pemerintah.

Akreditasi SD Kota Subulussalam, 2024

Akreditasi SD Kota Subulussalam, 2024 Diagram donut menampilkan distribusi akreditasi 86 SD di Kota Subulussalam: A 3,49%, B 52,33%, C 36,05%, Belum 8,14%. Data dari daftarsekolah.net berbasis Kemendikbud. Akreditasi SD — Kota Subulussalam, 2024 86 SD Subulussalam Akreditasi A: 3 sekolah (3,49%) Akreditasi B: 45 sekolah (52,33%) Akreditasi C: 31 sekolah (36,05%) Belum akreditasi: 7 (8,14%)
Sumber: daftarsekolah.net berbasis data Kemendikbud, 2024. Sebagian besar SD (52,33%) berakreditasi B; hanya 3 SD meraih akreditasi A.

Dari 86 SD yang terdata di Kota Subulussalam, sebagian besar (52,33%) berakreditasi B menurut daftarsekolah.net (berbasis data Kemendikbud, 2024). Hanya 3 sekolah (3,49%) yang berhasil meraih akreditasi A — jauh lebih sedikit dibanding rata-rata kabupaten/kota di Aceh yang umumnya memiliki proporsi akreditasi A lebih tinggi. Sekolah berakreditasi C masih cukup banyak (36,05%), sementara 7 sekolah (8,14%) belum memiliki status akreditasi dari BAN-PDM.

Distribusi Lulusan Pendidikan Tinggi Kota Subulussalam, 2024

Distribusi Lulusan Pendidikan Tinggi — Kota Subulussalam, Desember 2024 Grafik batang horizontal menampilkan proporsi penduduk berdasarkan jenjang pendidikan tinggi yang ditamatkan, dari D1-D2 hingga S3, berdasarkan data Dukcapil 2024. Lulusan Pendidikan Tinggi — Kota Subulussalam, Des. 2024 Jenjang PT 0% 1% 2% 3% Persentase Penduduk D1-D2 0,52% D3 1,09% S1 3,70% S2 0,13% S3 0,004%
Sumber: Ditjen Dukcapil Kemendagri, Desember 2024. Dari 107.190 penduduk, hanya 5.830 jiwa (5,44%) menamatkan pendidikan tinggi; S1 menjadi jenjang terbanyak.

Menurut Ditjen Dukcapil (Desember 2024), dari 107.190 penduduk Kota Subulussalam, sebanyak 5.830 jiwa (5,44%) menamatkan pendidikan tinggi. Lulusan S1 mendominasi dengan 3,70%, sementara D3 sebesar 1,09% dan D1—D2 hanya 0,52%. Lulusan S2 sangat sedikit (0,13%) dan S3 hampir tidak ada (0,004%). Data ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia berpendidikan tinggi di kota ini masih sangat terbatas — memperkuat urgensi kehadiran perguruan tinggi dan akses lanjut studi bagi warga.

Rekapitulasi Satuan Pendidikan Kota Subulussalam, 2024

Jumlah Satuan Pendidikan — Kota Subulussalam, 2024
Jenjang Negeri Swasta Total Catatan
SD 82 4 86-89 Sumber Kemendikdasmen: 89 aktif; sumber daftarsekolah.net: 86
SMP — — 23 Sumber annibuku.com; data negeri/swasta belum terverifikasi Tier 1
Perguruan Tinggi 0 2 2 STIT HAFAS + STAIS Al-Aziziyah; PDDikti (perlu verifikasi)
Sumber: Kemendikdasmen, daftarsekolah.net, annibuku.com, datapendidikan.com, 2024. Data SMP dan jumlah persisnya menunggu verifikasi Dapodik resmi.

Rekapitulasi satuan pendidikan menunjukkan Kota Subulussalam memiliki setidaknya 86-89 SD, 23 SMP, dan 2 perguruan tinggi swasta. Tidak ada perguruan tinggi negeri di kota ini. Kota yang baru terbentuk pada 2007 ini masih terus membangun ekosistem pendidikannya. Kehadiran STIT HAFAS yang berdiri sejak sekitar 2016-2017 dan STAIS Al-Aziziyah menjadi tonggak awal akses pendidikan tinggi bagi warga tanpa harus merantau ke Banda Aceh atau Medan.

Kota Subulussalam memiliki dua perguruan tinggi swasta: Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT HAFAS), berlokasi di Jl. K.H. Dewantara No. 16, menawarkan program studi Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam — saat ini dalam proses akreditasi LAMDIK (2026); serta STAIS Al-Aziziyah dengan program studi berbasis keislaman. Mahasiswa juga dapat mengakses layanan Sentra Universitas Terbuka (SALUT) untuk kuliah jarak jauh. Tidak ada PT negeri di kota ini, sehingga warga yang ingin menempuh pendidikan tinggi negeri umumnya pergi ke Banda Aceh, Medan, atau kota pendidikan lain di Sumatera.

Berita Pendidikan Terkini Kota Subulussalam

Siap-siap Daftar! Sekolah Nasional Terpadu Dibuka Tahun Ini di Kota Subulussalam

Kota Subulussalam menjadi satu-satunya daerah di Sumatera yang ditunjuk sebagai penyelenggara SNT Rintisan 2026; tahap awal membuka 120 siswa SMP dan SMA dengan pendidikan gratis termasuk seragam dan laptop.

Baca selengkapnya — Serambi Indonesia / Tribunnews Aceh, Juni 2026

Tim Asesor LAMDIK Laksanakan Visitasi Akreditasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Kampus STIT HAFAS Kota Subulussalam

Dua asesor dari UPI Bandung dan UIN Banten melakukan visitasi lapangan akreditasi Prodi MPI STIT HAFAS Subulussalam; hasil akreditasi akan ditentukan LAMDIK setelah pembahasan majelis dewan akreditasi.

Baca selengkapnya — STIT HAFAS Subulussalam, 4 Juli 2026

Sekolah Rakyat Subulussalam, Aceh Siap Beroperasi September 2025

Wali Kota Subulussalam memastikan Sekolah Rakyat rintisan siap beroperasi September 2025; program gratis berasrama ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem Desil 1 dan 2 untuk memutus rantai kemiskinan.

Baca selengkapnya — Tempo.co, Agustus 2025

Wali Kota Subulussalam dan Bupati Aceh Singkil Antusias Bangun Sekolah Rakyat

Wali Kota Subulussalam M. Rasyid dan Bupati Aceh Singkil menyatakan dukungan penuh terhadap Program Sekolah Rakyat sebagai instrumen untuk memutus transmisi kemiskinan antar generasi melalui pendidikan gratis berasrama.

Baca selengkapnya — Kemensos RI, Maret 2025

Rapor Pendidikan Indonesia Kota Subulussalam 2024

Kemendikdasmen menerbitkan Rapor Pendidikan Indonesia Kota Subulussalam edisi 2024 yang mencakup semua jenjang sebagai dasar perencanaan strategi peningkatan kualitas layanan pendidikan daerah.

Baca selengkapnya — Kemendikdasmen, Oktober 2024

5.830 Warga Kota Subulussalam Berpendidikan Tinggi per Desember 2024

Data Dukcapil menunjukkan hanya 5,44% dari 107.190 penduduk Kota Subulussalam menamatkan pendidikan tinggi pada akhir 2024, dengan lulusan S1 menjadi kelompok terbesar (3,70%).

Baca selengkapnya — Databoks Katadata, April 2025

Pembahasan: Apa Kata Data dan Berita untuk Warga Kota Subulussalam

Pola Data Pendidikan: Disparitas Akses dan Kualitas di Kota Termuda Aceh

Dalam kerangka pemikiran H.A.R. Tilaar tentang disparitas kualitas pendidikan antardaerah, data Kota Subulussalam mempresentasikan potret yang khas untuk kota yang baru terbentuk pada 2007. RLS sebesar 8,43 tahun (BPS Aceh, 2024) yang menjadi terendah di Aceh, dikombinasikan dengan 35,44% penduduk yang belum pernah bersekolah (Dukcapil, 2024), menunjukkan bahwa fondasi pendidikan kota ini masih dalam tahap konsolidasi. Ki Hajar Dewantara dengan asas "Tut Wuri Handayani" menekankan bahwa pendidikan perlu menjangkau seluruh lapisan tanpa terkecuali — data ini menginformasikan bahwa masih ada segmen masyarakat yang belum terjangkau sistem pendidikan formal. Dari sisi kelembagaan, 89 SD aktif (Kemendikdasmen, 2024) terdistribusi di 5 kecamatan cukup merata, meski hanya 3 yang terakreditasi A (3,49%). Warga dapat menggunakan situs ban-pdm.kemdikbud.go.id untuk memeriksa status akreditasi sekolah tujuan secara mandiri sebelum mendaftarkan anak.

Sintesis Berita: Momentum Kebijakan dan Peluang Pendidikan Baru di Subulussalam

Dalam perspektif Mubyarto tentang human capital kerakyatan, kehadiran program-program baru di Kota Subulussalam sepanjang 2025-2026 mencerminkan upaya nyata memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan. Program Sekolah Rakyat (beroperasi September 2025) dan penetapan Subulussalam sebagai satu-satunya penyelenggara Sekolah Nasional Terpadu (SNT) Rintisan di Pulau Sumatera pada 2026 menandai babak baru kebijakan pendidikan di kota ini. Sementara itu, visitasi akreditasi LAMDIK ke STIT HAFAS menunjukkan perkembangan kelembagaan perguruan tinggi lokal yang terus berbenah. Konteks otonomi khusus Aceh melalui kerangka Qanun turut memperkuat dukungan regulasi terhadap lembaga pendidikan berbasis agama Islam di kota ini. Wardiman Djojonegoro menekankan "link and match" antara pendidikan dan kebutuhan lokal — dalam konteks ini, program SNT yang mencakup pendidikan vokasi sejalan dengan upaya menyiapkan generasi muda Subulussalam agar siap memasuki dunia kerja. Warga dapat memantau perkembangan pendaftaran SNT dan Sekolah Rakyat melalui Dinas Pendidikan Kota Subulussalam secara langsung.

Pertanyaan Warga tentang Pendidikan Kota Subulussalam

Bagaimana cara mengecek akreditasi sekolah SD di Kota Subulussalam?

Akreditasi sekolah SD di Kota Subulussalam dapat dicek melalui situs resmi BAN-PDM di ban-pdm.kemdikbud.go.id. Ketik nama sekolah atau NPSN untuk melihat status akreditasi terkini (A, B, atau C) beserta masa berlakunya. Dari 89 SD di kota ini, sekitar 52 persen telah meraih akreditasi B.

Bagaimana cara mendaftarkan anak ke Sekolah Nasional Terpadu (SNT) di Subulussalam?

SNT Rintisan di Kota Subulussalam membuka pendaftaran siswa baru untuk jenjang SMP dan SMA mulai 2026. Pendidikan sepenuhnya gratis, termasuk seragam dan laptop. Informasi pendaftaran dapat dipantau melalui Dinas Pendidikan Kota Subulussalam atau website resmi Kemendikdasmen.

Berapa jumlah sekolah dasar yang ada di Kota Subulussalam?

Menurut data Kemendikdasmen, Kota Subulussalam memiliki 89 SD aktif yang tersebar di 5 kecamatan: Simpang Kiri (23), Penanggalan (13), Rundeng (24), Sultan Daulat (19), dan Longkib (10). Sebagian besar berstatus negeri (82 sekolah) dan 4 berstatus swasta.

Perguruan tinggi apa saja yang ada di Kota Subulussalam?

Kota Subulussalam memiliki dua perguruan tinggi swasta: STIT Hamzah Fansuri (STIT HAFAS) yang berfokus pada pendidikan Islam, dan STAIS Al-Aziziyah. Mahasiswa yang ingin kuliah jarak jauh juga dapat memanfaatkan layanan Sentra Universitas Terbuka (SALUT) yang beroperasi di kota ini.

Apa arti Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) 8,43 tahun bagi warga Subulussalam?

RLS 8,43 tahun berarti rata-rata penduduk usia 25 tahun ke atas di Kota Subulussalam menempuh pendidikan formal sekitar 8 tahun 5 bulan — setara kelas 2 SMP. Angka ini merupakan yang terendah di Provinsi Aceh pada 2024, menurut BPS Aceh, sehingga partisipasi di jenjang SMA dan perguruan tinggi menjadi catatan penting bagi keluarga.

Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai informasi awal dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) berdasarkan data dan referensi yang tersedia hingga tanggal publikasi. Konten ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan saran profesional, konsultasi langsung, atau kebijakan resmi yang berlaku. Selalu verifikasi ke instansi terkait, asosiasi industri, atau sumber primer yang relevan.