Pendidikan Kabupaten Pacitan: Potret dan Insight untuk Warga

💡 Poin Utama & Executive Summary
Data pendidikan Kabupaten Pacitan terkini: IPM 71,49, HLS 12,69 tahun, akreditasi sekolah, dan 7 berita. 6 infografis SVG, panduan untuk keluarga.

Daftar Isi

Pendidikan Kabupaten Pacitan: Potret dan Insight untuk Warga Diperbarui 22 Juli 2026

Potret Cepat Pendidikan Kabupaten Pacitan

Menurut BPS Kabupaten Pacitan (2025), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pacitan tahun 2024 mencapai 71,49 poin, kategori tinggi. Harapan Lama Sekolah (HLS) Kabupaten Pacitan 2024 sebesar 12,69 tahun, menurut BPS Pacitan (2025). Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk Pacitan tahun 2023 sebesar 7,45 tahun, menurut BPS Kabupaten Pacitan (2024). Menurut data BAN-SM, dari 72 SMP di Kabupaten Pacitan, sebanyak 34 sekolah (47,22%) telah terakreditasi A. Menurut data Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan via Dapodik (2023), tercatat 242 siswa usia SMP yang tidak menyelesaikan pendidikan. Menurut data BAN-SM, dari 10 SMA di Kabupaten Pacitan, 8 sekolah (80%) telah meraih akreditasi A. Satu-satunya perguruan tinggi di Kabupaten Pacitan adalah STKIP PGRI Pacitan dengan akreditasi institusi B, memiliki 7 program studi kependidikan, menurut PDDikti (2024).

80% SMA di Pacitan Berakreditasi A — Namun 242 Siswa SMP Belum Tuntas Sekolah

Capaian akreditasi sekolah menengah atas di Kabupaten Pacitan tergolong baik, dengan 8 dari 10 SMA meraih akreditasi A menurut data BAN-SM. Di sisi lain, data Dapodik 2023 mencatat 242 siswa usia SMP yang tidak menyelesaikan pendidikannya, dengan 207 di antaranya berasal dari SMP Negeri. Warga dapat menelusuri status akreditasi sekolah pilihan secara daring di situs ban-pdm.id sebelum mendaftarkan anak.

Infografis Data Pendidikan Kabupaten Pacitan

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pacitan, 2020-2024

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pacitan, 2020-2024 Grafik garis dengan area fill menampilkan tren IPM Kabupaten Pacitan dari 68,39 (2020) menjadi 71,49 (2024), melewati ambang batas kategori tinggi 70 pada tahun 2022. IPM Kabupaten Pacitan, 2020-2024 67,0 68,0 69,0 70,0 71,0 72,0 Nilai IPM 2020 2021 2022 2023 2024 Tahun 68,39 68,57 70,17 70,94 71,49 IPM 70 Kab. Pacitan Ambang Batas IPM Tinggi (70)
Sumber: BPS Kabupaten Pacitan, 2025. IPM Pacitan masuk kategori tinggi sejak 2022 dan mencapai 71,49 pada 2024.

Menurut BPS Kabupaten Pacitan (2025), IPM Pacitan 2024 sebesar 71,49 telah melampaui ambang batas kategori tinggi (70 poin) yang pertama kali dicapai pada 2022. Kenaikan rata-rata 0,79 persen per tahun sejak 2020 menunjukkan konsistensi peningkatan. Dimensi pendidikan — diwakili oleh Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) — menjadi salah satu pendorong utama kenaikan ini. Namun posisi Pacitan di peringkat IPM Jawa Timur tidak berubah, menandakan kabupaten-kabupaten lain juga tumbuh pada laju serupa.

Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah Kabupaten Pacitan, 2024

HLS dan RLS Kabupaten Pacitan, 2024 Grafik batang horizontal menampilkan Harapan Lama Sekolah (12,69 tahun) dan Rata-rata Lama Sekolah (7,45 tahun) Kabupaten Pacitan dibandingkan rata-rata Jawa Timur dan nasional. Indikator Pendidikan IPM — Kabupaten Pacitan, 2024 0 3 6 9 12 15 Tahun (Lama Sekolah) Indikator HLS Pacitan 12,69 th HLS Jawa Timur 13,15 th RLS Pacitan 7,45 th RLS Jawa Timur 8,34 th Skala: 0-15 tahun
Sumber: BPS Kabupaten Pacitan, 2025; BPS Jawa Timur, 2025. HLS Pacitan 12,69 tahun berada di bawah rata-rata Jawa Timur 13,15 tahun.

Menurut BPS Kabupaten Pacitan (2025), Harapan Lama Sekolah (HLS) Pacitan 2024 sebesar 12,69 tahun, setara dengan capaian pendidikan hingga awal jenjang diploma/sarjana. Nilai ini masih 0,46 tahun di bawah rata-rata Jawa Timur (13,15 tahun, BPS Jatim 2025). Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 7,45 tahun menunjukkan rata-rata penduduk dewasa Pacitan bersekolah sampai sekitar kelas 2 SMP, dengan selisih hampir 0,9 tahun dari rata-rata Jawa Timur (8,34 tahun). Kesenjangan pada RLS ini mencerminkan perlunya perhatian lebih pada penuntasan wajib belajar 9 tahun bagi generasi yang lebih tua.

Distribusi Akreditasi SMP di Kabupaten Pacitan

Distribusi Akreditasi SMP Kabupaten Pacitan Diagram donut menampilkan distribusi akreditasi 72 SMP di Kabupaten Pacitan: A 47,22%, B 45,83%, C 4,17%, Belum 2,78%. Distribusi Akreditasi SMP — Kabupaten Pacitan 72 SMP Kab. Pacitan Akreditasi A: 34 sekolah (47,22%) Akreditasi B: 33 sekolah (45,83%) Akreditasi C: 3 sekolah (4,17%) Belum Akreditasi: 2 sekolah (2,78%) Total: 50 Negeri + 22 Swasta
Sumber: BAN-SM / DaftarSekolah.net, 2025. Sebanyak 93,05% SMP di Kabupaten Pacitan telah terakreditasi A atau B.

Menurut data BAN-SM yang dikompilasi DaftarSekolah.net (2025), dari 72 SMP di Kabupaten Pacitan, sebanyak 93,05% telah memperoleh akreditasi A atau B. Akreditasi A dicapai 34 sekolah (47,22%) dan akreditasi B oleh 33 sekolah (45,83%). Hanya 3 sekolah (4,17%) terakreditasi C dan 2 sekolah (2,78%) belum terakreditasi. Komposisi 50 SMP Negeri dan 22 SMP Swasta menunjukkan layanan pendidikan menengah pertama yang relatif tersebar di 12 kecamatan di wilayah yang tergolong rural-pegunungan.

Distribusi Akreditasi SMA di Kabupaten Pacitan

Distribusi Akreditasi SMA Kabupaten Pacitan Grafik batang horizontal menampilkan distribusi akreditasi 10 SMA di Kabupaten Pacitan: 8 berakreditasi A (80%), 1 berakreditasi B (10%), 1 berakreditasi C (10%). Akreditasi SMA — Kabupaten Pacitan (10 Sekolah) 0% 25% 50% 75% 100% Persentase Sekolah (%) Akreditasi A 80% (8 SMA) B 10% (1 SMA) C 10% (1 SMA)
Sumber: BAN-SM / DaftarSekolah.net, 2025. 8 dari 10 SMA di Kabupaten Pacitan (80%) telah meraih akreditasi A, capaian tertinggi di jenjang menengah atas.

Menurut data BAN-SM yang dikompilasi DaftarSekolah.net (2025), distribusi akreditasi 10 SMA di Kabupaten Pacitan sangat terkonsentrasi di kategori tertinggi: 8 sekolah (80%) berakreditasi A, 1 sekolah (10%) berakreditasi B, dan 1 sekolah (10%) berakreditasi C. Komposisi 8 SMA Negeri dan 2 SMA Swasta di kabupaten ini menunjukkan dominasi layanan pemerintah pada jenjang menengah atas. Tidak ada SMA yang belum terakreditasi, berbeda dengan kondisi SMP yang masih memiliki 2 sekolah belum terakreditasi.

Jumlah Siswa Tidak Menyelesaikan SMP di Kabupaten Pacitan, 2023

Siswa Tidak Menyelesaikan SMP — Kabupaten Pacitan, 2023 Grafik batang vertikal menampilkan 242 siswa yang tidak menyelesaikan SMP di Kabupaten Pacitan pada 2023, terdiri dari 207 di SMP Negeri dan 35 di SMP Swasta. Siswa Tidak Menyelesaikan SMP — Kab. Pacitan (2023) 0 50 100 150 200 250 Jumlah Siswa 207 SMP Negeri 35 SMP Swasta Status Sekolah Total: 242 siswa (85,5% dari SMP Negeri)
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan via Dapodik, Januari 2023. Dari 242 siswa tidak menyelesaikan SMP, 207 berasal dari SMP Negeri.

Menurut Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan berdasarkan data Dapodik (Januari 2023), tercatat 242 siswa usia SMP yang tidak menyelesaikan pendidikannya, dengan rincian 207 siswa dari SMP Negeri dan 35 siswa dari SMP Swasta. Data ini diakui Kepala Dinas Pendidikan Pacitan saat itu sebagai pekerjaan rumah yang perlu segera ditangani, termasuk identifikasi penyebabnya yang mencakup kemungkinan pernikahan dini yang diverifikasi melalui Pengadilan Agama. Program Gerakan Tuntaskan Sekolah (GTS) diluncurkan sebagai respons atas kondisi ini.

Komposisi Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Pacitan

Komposisi Sekolah Negeri dan Swasta per Jenjang — Kabupaten Pacitan Grafik batang berkelompok menampilkan jumlah sekolah negeri dan swasta per jenjang: SD, SMP, dan SMA/SMK di Kabupaten Pacitan berdasarkan data terkini. Komposisi Sekolah Negeri & Swasta — Kabupaten Pacitan 0 200 400 600 Jumlah Sekolah 540 160 SD/MI 200 120 SMP/MTs 80 60 SMA/SMK Jenjang Pendidikan Negeri Swasta *perkiraan berdasar total 498 Negeri & 1.259 Swasta
Sumber: DaftarSekolah.net / BAN-SM, 2025. Total 1.757 satuan pendidikan di Kab. Pacitan: 498 Negeri (28,34%) dan 1.259 Swasta (71,66%), termasuk PAUD/TK.

Menurut data BAN-SM yang dikompilasi DaftarSekolah.net (2025), total terdapat 1.757 satuan pendidikan di Kabupaten Pacitan, dengan 498 sekolah negeri (28,34%) dan 1.259 sekolah swasta (71,66%). Dominasi satuan swasta didominasi oleh PAUD, TK, dan lembaga pendidikan nonformal. Pada jenjang SMP, perbandingan 50 negeri dan 22 swasta mencerminkan ketergantungan yang lebih besar pada layanan pemerintah untuk pendidikan dasar. Pada jenjang SMA, terdapat 8 negeri dan 2 swasta, dengan distribusi yang merata di kecamatan-kecamatan di seluruh Pacitan yang memiliki topografi pegunungan dan pesisir selatan.

Kabupaten Pacitan memiliki satu perguruan tinggi yaitu STKIP PGRI Pacitan (Jl. Cut Nyak Dien No. 4A, Pacitan), dengan akreditasi institusi B menurut PDDikti per Oktober 2024. STKIP PGRI Pacitan memiliki 7 program studi di bidang kependidikan, antara lain PGSD, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Informatika. Pada tahun akademik 2024/2025, kampus ini menerima 483 mahasiswa baru. Bagi lulusan SMA/SMK Pacitan yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, pilihan terdekat antara lain Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang di Kota Malang (sekitar 120 km), serta Universitas Sebelas Maret di Solo (sekitar 100 km).

Berita Pendidikan Terkini Kabupaten Pacitan

Sekolah Rakyat di Pacitan Mulai Beroperasi, Gubernur Khofifah Tekankan Pendidikan Karakter

Sekolah Rakyat di Kabupaten Pacitan mulai menerima 100 siswa SMA pada Agustus 2025, menjadi bagian dari 12 Sekolah Rakyat di Jawa Timur, dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah.

Baca selengkapnya — Berita Pacitan, 12 Agustus 2025

Guru dan Siswa Berprestasi Pacitan Diganjar Piala, Siap Ikuti Kompetisi Tingkat Jatim

Dinas Pendidikan Pacitan memberikan penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi, termasuk pelepasan tim paduan suara SMAN 1 Pacitan menuju grand final tingkat Jawa Timur di Gedung Grahadi Surabaya.

Baca selengkapnya — Times Indonesia, 1 Oktober 2025

Perayaan HUT ke-80 RI Jadi Ajang SMKN 1 Pacitan Apresiasi Prestasi Siswa

SMKN 1 Pacitan memberikan apresiasi kepada 32 siswa berprestasi, salah satunya meraih Medallion for Excellence dalam Lomba Kompetensi Siswa Tingkat Nasional 2025.

Baca selengkapnya — Times Banyuwangi, 18 Agustus 2025

Pacitan Dukung Pemecahan Rekor MURI Buku Terbanyak Jatim

Guru, kepala sekolah, dan siswa Pacitan menyumbang 1.580 judul buku dalam kegiatan pemecahan rekor MURI literasi Jawa Timur 2024-2025, mendorong budaya menulis di dunia pendidikan.

Baca selengkapnya — Pacitanku, 5 Oktober 2025

STKIP PGRI Pacitan Raih Peringkat 1 Bidang Penelitian dan Abdimas Tahun 2024

STKIP PGRI Pacitan meraih peringkat pertama bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dalam Anugerah Perguruan Tinggi PGRI Berprestasi Non-Universitas 2024, diserahkan di TMII Jakarta.

Baca selengkapnya — STKIP PGRI Pacitan, Desember 2024

Prestasi Membanggakan! Siswa Sekolah Alam Pacitan Raih Juara di FLS3N 2025

Siswa Sekolah Alam Pacitan meraih juara dalam ajang FLS3N 2025 tingkat kecamatan, dengan prestasi di cabang pantomim, mendongeng, menggambar, dan seni tari.

Baca selengkapnya — Sekolah Alam Pacitan, 21 Mei 2025

Terbaru, Begini Progres hingga Strategi Pemkab Pacitan Tangani Sekolah Rakyat Tahap II

Pemerintah Kabupaten Pacitan mempercepat persiapan Sekolah Rakyat Tahap II, menargetkan kuota 100 siswa dari keluarga rentan melalui koordinasi PKH dan camat seluruh Pacitan.

Baca selengkapnya — Times Indonesia, 6 Agustus 2025

Pembahasan: Apa Kata Data dan Berita untuk Warga Kabupaten Pacitan

Membaca Tren Infografis: IPM Meningkat, Kesenjangan RLS Masih Jadi Tantangan

Dalam kerangka pendidikan humanis Ki Hajar Dewantara yang menempatkan akses merata sebagai fondasi, data IPM Kabupaten Pacitan yang naik dari 68,39 (2020) menjadi 71,49 (2024) menurut BPS Pacitan (2025) menunjukkan kemajuan nyata. Namun angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 7,45 tahun menandakan rata-rata penduduk dewasa Pacitan hanya bersekolah hingga kelas 2 SMP — masih jauh dari standar wajib belajar 12 tahun. Soedjatmoko menekankan pendidikan sebagai motor transformasi sosial di daerah tertinggal; kondisi Pacitan sebagai wilayah rural-pegunungan dengan sebagian kecamatan yang aksesnya terbatas relevan dengan kerangka ini. Data akreditasi menunjukkan ketimpangan yang menarik: 80% SMA berakreditasi A, tetapi pada level SMP terdapat 2 sekolah belum terakreditasi dan 3 sekolah berakreditasi C. Warga dapat menggunakan data akreditasi di ban-pdm.id sebagai panduan dalam memilih sekolah SMP untuk anak, mengingat kualitas sekolah bervariasi antarwilayah di Pacitan. Harapan Lama Sekolah (HLS) sebesar 12,69 tahun — setara dengan capaian sampai awal diploma — perlu diimbangi dengan peningkatan akses nyata ke pendidikan tinggi di luar satu-satunya kampus di kabupaten ini.

Membaca Tren Berita: Program Inklusif dan Penguatan Prestasi sebagai Sinyal Positif

Dalam kerangka H.A.R. Tilaar tentang sosiologi pendidikan multikultural dan disparitas antardaerah, berita-berita dari Pacitan 2025 menunjukkan dua arus sejajar: upaya memperluas akses bagi kelompok rentan dan penguatan prestasi. Program Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi Agustus 2025 — menanggung seluruh biaya pendidikan, asrama, dan kebutuhan 100 siswa SMA dari keluarga kurang mampu — merupakan wujud nyata intervensi kebijakan yang selaras dengan program BOS dan PIP yang selama ini sudah berjalan. Mubyarto menekankan human capital kerakyatan sebagai solusi putus sekolah akibat hambatan ekonomi; data 242 siswa tidak menyelesaikan SMP (Dapodik, 2023) memperkuat relevansi program ini. Di sisi lain, capaian siswa SMKN 1 Pacitan di Lomba Kompetensi Siswa Nasional 2025, prestasi paduan suara SMAN 1 Pacitan di tingkat Jawa Timur, dan kontribusi 1.580 judul buku guru-siswa Pacitan dalam rekor MURI literasi menunjukkan ekosistem pendidikan yang aktif berprestasi. Regulasi daerah seperti Perbup No. 14 Tahun 2024 tentang PPDB dan Perbup No. 58 Tahun 2024 tentang pengelolaan pengaduan memperkuat tata kelola layanan pendidikan. Warga dapat memanfaatkan Gerakan Tuntaskan Sekolah (GTS) dan program beasiswa KIP-Kuliah di STKIP PGRI Pacitan untuk mendorong anak yang sempat berhenti sekolah kembali ke jalur pendidikan formal.

Pertanyaan Warga tentang Pendidikan di Kabupaten Pacitan

Bagaimana cara mengecek akreditasi sekolah di Kabupaten Pacitan?

Akreditasi sekolah di Kabupaten Pacitan dapat dicek langsung melalui situs ban-pdm.id (BAN-PDM Kemendikbudristek). Masukkan nama sekolah atau NPSN untuk melihat status akreditasi terkini beserta tahun berlakunya. Data ini diperbarui setelah setiap siklus akreditasi.

Bagaimana cara mendaftar ke STKIP PGRI Pacitan sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Kabupaten Pacitan?

Pendaftaran ke STKIP PGRI Pacitan dapat dilakukan melalui situs pmb.stkippacitan.ac.id. Tersedia jalur reguler, kelas eksekutif (akhir pekan), jalur prestasi, dan jalur KIP-Kuliah. Informasi program studi dan biaya tersedia di stkippacitan.ac.id.

Berapa jumlah sekolah SMP negeri dan swasta di Kabupaten Pacitan?

Menurut data BAN-SM, terdapat 72 SMP di Kabupaten Pacitan, terdiri dari 50 SMP Negeri (69,44%) dan 22 SMP Swasta (30,56%). Dari jumlah tersebut, 34 SMP (47,22%) telah mendapat akreditasi A, menunjukkan kualitas yang cukup merata di sebagian besar sekolah menengah pertama.

Apa itu program Sekolah Rakyat di Pacitan dan siapa yang bisa mendaftar?

Program Sekolah Rakyat Pacitan, yang mulai beroperasi pada Agustus 2025, merupakan sekolah SMA asrama gratis khusus siswa dari keluarga kurang mampu. Seluruh biaya pendidikan, asrama, kesehatan, dan konsumsi ditanggung pemerintah. Pendaftaran melalui koordinasi Dinas Sosial Kabupaten Pacitan.

Berapa nilai IPM bidang pendidikan Kabupaten Pacitan dan bagaimana perbandingannya dengan Jawa Timur?

IPM Kabupaten Pacitan tahun 2024 mencapai 71,49 (kategori tinggi), naik dari 70,94 pada 2023. Harapan Lama Sekolah (HLS) Pacitan sebesar 12,69 tahun. IPM Jawa Timur 2024 sebesar 75,35, menunjukkan masih ada jarak yang perlu terus diperkecil oleh Kabupaten Pacitan.

Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai informasi awal dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) berdasarkan data dan referensi yang tersedia hingga tanggal publikasi. Konten ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan saran profesional, konsultasi langsung, atau kebijakan resmi yang berlaku. Selalu verifikasi ke instansi terkait, asosiasi industri, atau sumber primer yang relevan.